Tanaman Mini Penghias Meja


Zamio Culcas03

Sesuatu yang mini terkadang memiliki nilai keindahan yang tinggi, seperti ayam kate, jambu air kancing dan bonsai. Kehadirannya diharapkan memenuhi kebutuhan akan estetika, keunikan dan kepuasan batin.

Tanaman hias indoor ini berkembang dari fungsi awalnya sebagai pembatas ruang, pemberi warna, penghalang angina atau pelembut sudut pada ruangan. Dunia tanaman hias kemudian mengenal seni bonsai dan terrarium.

Seni bonsai yaitu membentuk tanaman berkayu dalam pot agar penampilannya menyerupai bentuk dan keragaan sebenarnya di alam dengan ukuran mini. Sedangkan terrarium yaitu seni menanam tanaman hias dalam wadah kaca yang memiliki tema dan unsur-unsur taman lainnya.

Namun, sebelum seni terrarium dikenal luas, tanaman mini yang ditanam dalam pot sudah dikenal sebagai penghias meja. Bentuk tanaman ini lebih sederhana, ditanam soliter dan berukuran mini seperti bonsai. Jenis tanaman yang dipakai tidak terbatas tanaman berkayu seperti pada bonsai, semua tanaman hias ruangan dapat digunakan.

Pemilihan Tanaman
Dari sekian banyakjenis tanaman, pilihlah tanaman yang berukuran mini dan proporsional dengan pot yang akan digunakan. Tanaman dapat berupa herba maupun berbatang kayu. Contoh tanaman herba diantaranya Aglaonema, Philodendron, Begonia dan lain sebagainya. Sedangkan tanaman berbatang kayu yaitu Chamaedorea elegant (jenis palem), Dracaena surculosa (bambu hoki), atau Ficus elastica (beringin).

Ukuran tanaman tidak ada ketentuan pasti, asalkan proporsional dengan ukuran pot sudah cukup. Skala proporsional yaitu 2 tinggi pot berbanding 3 tinggi tanaman. Sedangkan diameter tajuk tanaman yang baik yaitu mendekati bibir pot. Pada jenis palem, kondisi yang baik untuk digunakan sebagai penghias meja yaitu ketika daunnya telah terbuka semprna.

Media Tanam
Media tanam yang digunakan perlu diperhatikan porositas dan tingkat keliatannya. Sebaiknya jangan terlalu porous seperti pasir atau terlalu liat seperti tanah liat. Campuran beberapa media dapat memperbaiki struktur tanah, lagipula beragam jenis media dapat dapat melengkapi ketersediaan hara bagi tanaman.

Campuran media yang disarankan yaitu terdiri dari pasir, tanah kebun dan humus dengan perbandingan 2 : 1 : 2. selain itu dapat pula diberikan bokasi sebanyak 5% dari media. Sedangkan penggantian media dilakukan 6 bulan sekali.

Pemindahan Tanaman
Untuk tanaman berpolibag, polibag disobek kemudian keluarkan tanaman. Usahakan agar tanahnya tidak rusak / gugur. Potong akar sepertiga bagian dari tanah bagian bawah. Estela itu tanam dalam media baru seperti di atas.

Untuk tanaman berpot, basahi dulu media tanaman agar mudah dipisahkan dari pot. Miringkan pot kemudian tarik keluar tanaman beserta media. Selanjutnya potong akar seperti di atas. Sebagai hiasan dapat mempergunakan batu hias pada permukaan media.

Pemeliharaan
Tanaman yang diletakkan di ruangan ber-AC, penyiraman dilakukan 2 hari sekali. Sedangkan pada ruangan tidak ber-AC penyiraman dilakukan 3-5 hari sekali. Namur penyiraman ini tidaklah mutlak, tergantung dari tingkat kekeringan media.

Cara penyiraman dapat dilakukan dengan merendam pot pada ember berisi air hingga gelembung udara tidak keluar lagi. Khusus tanaman dengan hiasan lumut hidup, penyiraman dilakukan dengan menempelkan spon basah pada permukaan lumut, kemudian ditekan perlahan hingga air yang keluar terserap media.

Pemupukan
Agar pertumbuhan tanaman baik, perlu kita lakukan pemupukan. Pupuk yang digunakan yaitu pupuk daun berbentuk kristal yang larut air karena praktis seperti Gandasil D, Vitabloom hijau, Growmore dan sebagainya. Dosis pupuk daun yaitu setengah dari anjuran label, tujuannya agar tanaman tidak cepat besar. Selain itu dapat pula menggunakan pupuk slow release seperti Dekastar.

Peremajaan
Tanaman yang sudah cukup lama ditanam sebaiknya dilakukan peremajaan akar agar tanaman dapat menghasilkan tajuk baru yang baik. Selain itu agar penampilan tanaman tetap mini. Pemotongan pada dasar media sekitar 10%. Peremajaan akar ini dapat dilakukan ketika mengganti media tanam.

Peremajaan lainnya yaitu tajuk. Pincing / potong cabang-cabang yang tidak dikehendaki keberadaannya atau cabang yang tumbuh tidak beraturan. Tujuan peremajaan tajuk yaitu agar penampilan tanaman tetap terlihat mini dan indah.

Pencahayaan
Kebutuhan cahaya bagi tanaman sangat penting. Kekurangan cahaya dapat menyebabkan tajuk mengalami etiolasi atau pemanjangan. Pemenuhan kebutuhan cahaya dapat dilakukan dengan meletakkan di dekat jendela atau mengeluarkannya 2 minggu sekali. Selain itu mengeluarkan tanaman dimaksudkan untuk memberi udara segar bagi tanaman.

Download artikel ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: